Evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

EVALUASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA SEKOLAH DASAR  NEGERI 25/X MENDAHARA TANJUNG JABUNG TIMUR .

Kurikulum Tingkat Satua Pendidikan (KTSP)  yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan,sekolah dapat mengembangkan  kurikulum sendiri  ssesuai dengan potensi sekolah ,permasalahan dan kebutuhan sekolah, tetapi tetap mengacu pada standar nasional pendidikan.
Oleh karena itu pelaksanaan  KTSP di sekolah perlu dimonotoring dan dievaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah sebuah kurikulum dilaksanakan sebagaimana mestinya ataukah belum.Oleh sebab itu peneliti melakukan survey evaluasi kurikulum tingkat satuan pendidikan di SDN 25/X Mendahara.Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan survey Bagaimana hasil KTSP,Struktur dan muatan kurikulum  tingkat satuan pendidikan ,kalender pendidikan,dan silabus,pernyataan ini menegaskan  bahwa satuan pendidikan harus mengembangkan dokumen 1 dan dokumen 2 yang melibatkan tim pengembang kurikulum sekolah (TPS).
Dokumen I .                                                                                                                                 Penetapan Visi dan Misi  diketahui oleh warga sekolah melalui tulisan yang ada dinding sekolah dan tertulis di dokumen 1 KTSP  struktur sekolah ,beban belajar,pendidikan berbasis lokal  dan global,penilaian,kenaikan kelas dan kelulusan dan bebrapa aturan sekolah lainnya.
Hasil periksaan terhadap KTSP masih terdapat kekurangan yang belum jelas sesuai dengan ketentuan  seperti tidak ditemukan tujuan dari pengembangan KTSP, dan hasil tujuan sekolah tidak diketahui secara jelas oleh guru di SD tersebut.
prinsip-prinsip pengembangan KTSP,Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) masih dibawah rata-rata.Ketentuan belajar dan beban belajar sudah ketentuan dari BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan).
Dokumen II .
KTSP memberikan kewenangan kapada guru untuk menyusun dan mengembangkan program perencanaan,antara lain program tahunan dan program semester,remedial dan pengayaan.Guru SDN 25/X Mendahara telah menyusun program walaupn belum lengkap secara mandiri,program tersebut disusun di awal tahun pelajaran.Hasil survey sudah ada sebagian guru yang mengembangkan program tahunan ,program remedial belum disiapkan guru ,remedial berlangsung saat  dalam proses pembelajaran.
Tujuan Instruksional ,yang mana kita ketahui bahwa tujuan intrusksional sudah ditetapkan dalam standar pendidikan nasional,didalam persiapan mengajar adalah menyusun silabus dan RPP,dalam pengembangan silabus guru mengadopsi model silabus BNSP .sehingga masih terdapat  beberapa indikator yang belum sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar.Silabus sudah disusun kemudian dijabarkan kedalam RPP,masih ada guru yang tidak menyusun RPP dan menggunanakan RPP orang lain dan tidak dirubah.
Metode. Hasil study dokumentasi terhadap beberapa RPP juga terlihat pembelajaran sudah bervariasi ,yang paling sering digunakan adalah metode ceramah,diskusi dan Tanya jawab dan kerja kelompok, kegiatan ekplorasi,elaborasi dan konfirmasi sudah ada ,sementara dikelas rendah belum menggunakan tematik  kecuali kelas I (K13).
Materi. Pemilihan metode  pembelajaran disesuiakan materi yang harus dikuasai siswa pada waktu yang tersedia,masih ada beberapa guru yang kurang  menguasai materi pembelajaran  dan masih dominan dalam pembelajaran tidak merancang kegiatan pembelajaran.
Penilaian .Pada KTSP menganut penilaian prisip penilaian berkelanjutan dan komperehensip guna mendukung upaya memandirikan siswa untuk belajar,bekerja sama dan menilai diri sendiri.
Penilaian hasil belajar dilaksanakn melalui   bebagai teknik ,seperti tes tertulis yang digunakan untuk mengukur kecerdasan kognitif ,tes praktek untuk mengukur keterampilan dan tes obseravasi untuk mengukur aspek efektif.Penilaian berbasis kelas dilakukan oleh guru dan siswa tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar.Berbagai teknik penilaian untuk mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik baik yang berhubungan dengan dengan proses belajar maupun hasil belajar melalui kompetensi yang harus dikuasai.

Demikianlah hasil survey evaluasi kurikulum di SD N 25/X Mohon pendapat saran dan masukan terhadap  pelaksanaan KTSP!




Komentar

  1. Nah, penilaian berbasis kelas dilakukan oleh guru dan siswa tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar. Berbagai teknik penilaian untuk mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik baik yang berhubungan dengan dengan proses belajar maupun hasil belajar melalui kompetensi yang harus dikuasai. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karean sesuai dengan prinsip prinsip penilaianantara lain:
      1.penilaian ditujukan untuk mengukur pencapaian kompetensi;
      2.penilaian menggunakan acuan kriteria yakni berdasarkan pencapaian kompetensi peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran;
      3. penilaian dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan;
      4. hasil penilaian ditindaklanjuti dengan program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan;
      5. penilaian harus sesuai dengan kegiatan pembelajaran.

      Hapus
  2. Dari hasil survei yang ibu lakukan, sekolah belum menyusun KTSP secara bersama ini dibuktikan dengan guru belum jelas dengan visi, misi, tujuan, beban belajar, semua hanya terpampang di dinding, dan guru belum melaksanakan KTSP sepenuhnya ini dibuktikan dengan masih ada guru yang tidak membuat RPP dan menggunakan RPP orang lain untuk mengatasi masalah ini bu sebaiknya kepala sekolah beserta personil sekolah duduk bersama untuk menyusun KTSP dan menetapkan kearah mana sekolah ini mau dibawa, guru yang ada harus mau berubah menjadi guru pembelajar yang aktif, Kreatif, inovatif

    BalasHapus
  3. dari survei yang ibu lakukan diskolah sudah dijabarkan di blog ini. tetapi terlihat memang pelaksaan penyusunan silabus maupun RPP blom terlaksana dengan baik, dan masih dominan guru memakai RPP yang sama dengan guru lain sebelum dijabarkan lagi. sebaiknya ibu maupun kepala sekolah dapat mengadakan sosialisasi kepada guru lain agar bisa menyusun RPP dengan baik guna proses pembelajaran yang lebih baik kedepannya

    BalasHapus
  4. metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas informasinya semoga bermanfaat.

      Hapus
  5. Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu suci.mellui evaluasi kurikulum kita dpt memperbaiki kelemhan terhadp pengmbangan kurikulm yg terjadi di sekolh kearah yg lebih baik.

      Hapus
  6. Asslmkum...Dari Paparan Tentang Materi diatas.Pemilihan metode pembelajaran disesuiakan materi yang harus dikuasai siswa pada waktu yang tersedia,JIka Seorang guru kurang menguasai materi pembelajaran dan masih dominan dalam pembelajaran tidak merancang kegiatan pembelajaran. maka guru akan sulit menentukan metode Pembelajaran kepada peserta didik. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak.sebaiknya guru lebih beljar agar menjadi lebih profesional .

      Hapus
  7. dari hasil survey ibu ros diatas walaupun msih bnyk trdapat kendala dalam penyusunan silabus atau rpp dpat di simpulkan bahwasanya kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalalm lingkup yang luas dan merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidiakn,dan dalam hal ini siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya, lingkungan orang-orang,alat-alat dan ide-ide,dan tugas utama seorang guru pun adalah menciptakan lingkungan tersebut ,untuk mendorong siswa melakukan interaksi yg produktif dan memberikan rancangan dlam suatu rencana mengajar dan dalam menentukan materi pembelajran atau bahan ajar tidak lepas dari filsafat dan teori pendidikan.dan dari evaluasi tersebut merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. semoga dengan adanya kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013 bisa diterapkan dan terlaksanya proses pembelajran dengan baik
    trima ksih..

    BalasHapus
  8. Dari postingan Ibu bahwa "Penilaian hasil belajar dilaksanakn melalui bebagai teknik , seperti tes tertulis yang digunakan untuk mengukur kecerdasan kognitif ,tes praktek untuk mengukur keterampilan dan tes obseravasi untuk mengukur aspek efektif.Penilaian berbasis kelas dilakukan oleh guru dan siswa tidak terpisahkan dari kegiatan belajar mengajar". Artinya bahwa penilai sudah dilaksanakan pada tiga aspek yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan seperti pada K-13.

    BalasHapus
  9. Evaluasi kurikulum merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk memperbaiki kurikulum yang masih tahap pengembangan maupun kurikulum yang telah di laksanakan agar menjadi lebih siap dimasa yang akan datang.Dari survei yang ibu lakukan diskolah sudah dijabarkan di blog ini. tetapi terlihat memang pelaksaan penyusunan silabus maupundan RPP blom terlaksana dengan baik, dan masih dominan guru memakai RPP yang sama dengan guru lain sebelum dijabarkan lagi. sebaiknya ibu maupun kepala sekolah dapat mengadakan sosialisasi kepada guru lain agar bisa mempersiapkan RPP dengan baik .

    BalasHapus
  10. Dari paparan ibu.. Tentang beberapa pendidik kurang menguasai materi pembelajaran dan tidak merancang kegiatan pembelajaran... Untuk itu sy menyarankan agar kita sebagai pendidik memperbanyak pengetahuan dan merancang pembelajaran sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.. Trimks...

    BalasHapus
  11. kita sebagai guru memang harus menguasai materi dan merancang metode-metode pembelajran dengan baik. agar materi yang kita sampaikan dapat diterima dan dimengerti dengan baik oleh peserta didik.

    BalasHapus
  12. KTSP seyogyanya tiap tahun dievaluasi dari latar belakang , visi, misi, tujuan sekolah, muatan kurikulum, peraturan akademik, kkm,kalender, analisis silabus dan RPP nya , apakah pelaksanaan kurikulum sesuai seperti yang diharapkan atau belum, jadi dalam kegiatan evaluasi kurikulum sangat penting dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana ketercapaian kurikulum dan sekaligus mengetahui kegiatan-kegiatan apa yang ternyata belum tertuang pada KTSP sekolah . Lalu setelah Anda evaluasi tentu mengetahui kelemahan dan kekuatannya, apa yang Anda lakukan dengan kelemahan KTSP di sekolah ?

    BalasHapus
  13. Pertemuan antar sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013
    Pertemuan ini mengumpulkan semua perwakilan sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum 2013 untuk mengevaluasi tahap awal penerapan pola pembelajaran baru dalam sebulan terakhir. Pertemuan ini penting sebab sebagian sekolah merasa mampu menerapkan kurikulum baru dengan baik, namun yang lain kesulitan. Sehingga dengan adanya forum ini akan terjalin tukar menukar pengalaman tentang pelaksanaan kurikulum 2013 di masing-masing sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimah kasih atas pendapatnya dan dapat menambah pengetahuan tentang k13

      Hapus
  14. Suatu kenyataan yang harus diakui adalah bahwa SKL yang tercantum dalam Permen nomor 23 tahun 2005 adalah pengembangan lebih lanjut dari kompetensi yang dihasilkan ketika pemerintah mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi di awal tahun 2000 sampai tahun 2004. Oleh karena itu memang terjadi beberapa kelemahan konseptual dalam rumusan standar tersebut sehingga apabila ada kesulitan membedakan SKL tersebut dengan kompetensi maka hal tersebut bukan sesuatu yang men-cengangkan. Meski pun demikian, secara konseptual keberhasilan KTSP harus diukur dari SKL dan ukuran itu harus berkenaan dengan dua komponen konten yang ada pada rumusan standar yaitu substansif, sikap, dan keterampilan.

    BalasHapus
  15. program remedial dan pengayaan itu penting, bertujuan agar pemahaman siswa tentang materi pelajaran semakin mantap.

    BalasHapus
  16. Dalam KTSP,Pihak sekolah diberi kebebasan untuk mengembangkannya,disinilah peran guru khususnya dituntut untuk merumuskan bagaimana proses pembelajaran itu nantinya akan berjalan baik,makanya disetiap sekolah itu jg ada tim pengembang kurikulum,untuk merumuskan proses yg ingin dicapai kedepan,baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bu rika.terimah kasih atas pendapatny.

      Hapus
  17. Evaluasi yang dirumuskan bukanlah evaluasi yang ada sekedar untuk melihat keberhsilan siswa saja yang kemudian dinmakan evaluasi belajar, akan tetapi juga perlu diuji evaluasi yang dapat menguji keberhsilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Kedua fungsi ini sangat pentig, evaluasi hasil belajar dapat mengukur sejauh mana siswa dapat mencapai target kurikulum yang kemudin memiliki arti untuk melihat kedudukan siswa dalam kelompoknya, sedangkan melaluli evaluasi proses dapat dijadikan umpan balik bagi guru dalam menentukan keberhasilan kinerjanya sehingga guru dapat memerbaiki kelemahan dalam mengajar.

    BalasHapus

Posting Komentar