KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pada
hakekatnya pengembangan kurikulum adalah merupakan usaha untuk mencari
bagaimana rencana pengaturan mengenai
tujuan ,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang
sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan dalam satuan pendidikan.
Pengembangan
kurikulum merupakan kegiatan yang menghasilkan kurikulum pada satuan pendidikan
atau proses yang mengaitkan satu komponen
dengan yang lainnya untuk
menghasilkan kurikulum.Pengembangan kurikulum juga biasa diartikan sebagai
kegiatan penyusunan ,pelaksanaan,penilaian dan penyempurnaan dari kurikulum.
Dalam
pengembangan kurikulum melibatkan berbagai pihak terutama pihak-pihak yang
berhubungan langsung yang memiliki kepentingan terhadap pendidikan.yaitu
guru-guru,dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat dan peranan para
administrator pendidikan.
A.Prinsip-prinsip Pengembangan kurikulum
Kurikulum dikembangkan berdasarkan pada
prinsip-prinsip yang dianutnya.Prinsip itu pada dasarnya merupakan kaedah yang
menjiwai kurikulum.
Prinsip-Prinsip Dalam
Pengembangan Kurikulum
Terdapat banyak prinsip yang mungkin digunakan dalam pengembangan kurikulum. Macam-macam prinsip ini bisa dibedakan mejadi dua kategori yaitu pinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum di manapun. Di samping itu prinsip umum ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum ssebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya.
Prinsip khusus artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dari situasi tertentu. Prinsip ini juga merujuk pada prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum secara tersendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, dan prinsip-prinsip untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum yang lainnya. Dimana prinsip pengembangan satu komponen dengan komponen yang lainnya akan berbeda. Terdapat beberapa istilah lainnya yang menunjuk pada apa yang dimaksud dengan prinsip, misalnya axioms (oliva), criteria ( Mc Neil dan Zais), basic consideration (Saylor et al. ) dan principle (Tyler). Uraian tentang macam-macam prinsip pengembangan Kurikulum dalam tulisan merujuk pada penjelasan dalam tulisan Sukmadinata (2000), Olivia (1992), dan Tayler (1975).
Terdapat banyak prinsip yang mungkin digunakan dalam pengembangan kurikulum. Macam-macam prinsip ini bisa dibedakan mejadi dua kategori yaitu pinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum di manapun. Di samping itu prinsip umum ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum ssebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya.
Prinsip khusus artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dari situasi tertentu. Prinsip ini juga merujuk pada prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum secara tersendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, dan prinsip-prinsip untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum yang lainnya. Dimana prinsip pengembangan satu komponen dengan komponen yang lainnya akan berbeda. Terdapat beberapa istilah lainnya yang menunjuk pada apa yang dimaksud dengan prinsip, misalnya axioms (oliva), criteria ( Mc Neil dan Zais), basic consideration (Saylor et al. ) dan principle (Tyler). Uraian tentang macam-macam prinsip pengembangan Kurikulum dalam tulisan merujuk pada penjelasan dalam tulisan Sukmadinata (2000), Olivia (1992), dan Tayler (1975).
1.Prinsip Berkenaan
Dengan Tujuan Pendidikan
2.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Isi Pendidikan. 3.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Proses Belajar Sekarang marilah kita membahas tentang PRINSIP UMUM, yang di mana prinsip ini di bagi menjadi beberapa ,yaitu :
1. Prinsip Relevansi
Secara umum, istilah relevansi pendidikan dapat diartikan sebagai kesesuaian atau keserasian pendidikan dengan lingkunagan maupun tuntutan kehidupan masyarakat baik pada masa kini maupun yang akan dating, relevan dengan dunia tuntutan dalam dunia pekerjaan
2.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Isi Pendidikan. 3.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Proses Belajar Sekarang marilah kita membahas tentang PRINSIP UMUM, yang di mana prinsip ini di bagi menjadi beberapa ,yaitu :
1. Prinsip Relevansi
Secara umum, istilah relevansi pendidikan dapat diartikan sebagai kesesuaian atau keserasian pendidikan dengan lingkunagan maupun tuntutan kehidupan masyarakat baik pada masa kini maupun yang akan dating, relevan dengan dunia tuntutan dalam dunia pekerjaan
2. Prinsip Fleksibilitas.
Prinsip Fleksibiliras artinya bahwa kurikulum itu harus lentur tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaan pembelajaran. Pada dasarnya kurikulum didesain untuk mencapai suatu tujuan tertentu sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Akan tetapi, meskipun demikian dalam hal strategi, yang didalamnya tercakup metode yang sesuaidengan kondisi tertentu.
Prinsip Fleksibiliras artinya bahwa kurikulum itu harus lentur tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaan pembelajaran. Pada dasarnya kurikulum didesain untuk mencapai suatu tujuan tertentu sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Akan tetapi, meskipun demikian dalam hal strategi, yang didalamnya tercakup metode yang sesuaidengan kondisi tertentu.
3. Prinsip Kontinuitas
Prinsip kontinuitas artinya kurikulum itu dikembangkan secara berkesinambungan. Kesinambungan ini meliputi sinambung antar kelas maupun sinambung antar jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bias maju secara sistematis.
Prinsip kontinuitas artinya kurikulum itu dikembangkan secara berkesinambungan. Kesinambungan ini meliputi sinambung antar kelas maupun sinambung antar jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bias maju secara sistematis.
4.
Prinsip praktis atau efisiensi
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan aplikabilitas di lapangan. Kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktek pendidikan sesuai dengan situasi dan kondosi tertentu.prinsip praktis ada hubungan dengan prinsip lainnya.
5. Prinsip Efektifitas
Prinsip ini merujuk pada pengertian bahwa kurikulum itu selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum bisa dikatakan adalah instrumen untuk mencapai tujuan. Adapun prinsip khusus dari kurikulum adalah: 1.Prinsip Penetuan tujuan Pendidikan 2.Prinsip pemilihan Isi pendidikan 3.Prinsip pemilihan proses belajar mengajar 4.Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran 5.Prinsip yang berkenaan dengan penilaian.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan aplikabilitas di lapangan. Kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktek pendidikan sesuai dengan situasi dan kondosi tertentu.prinsip praktis ada hubungan dengan prinsip lainnya.
5. Prinsip Efektifitas
Prinsip ini merujuk pada pengertian bahwa kurikulum itu selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum bisa dikatakan adalah instrumen untuk mencapai tujuan. Adapun prinsip khusus dari kurikulum adalah: 1.Prinsip Penetuan tujuan Pendidikan 2.Prinsip pemilihan Isi pendidikan 3.Prinsip pemilihan proses belajar mengajar 4.Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran 5.Prinsip yang berkenaan dengan penilaian.
Pengertian Kurikulum menurut para
ahli
- Pengertian Kurikulum Menurut Daniel Tanner dan Laurel Tanner, pengertian kurikulum adalah pengalaman pembelajaran yang terarah dan terencana secara terstuktur dan tersusun melalui proses rekontruksi pengetahuan dan pengalaman secara sistematis yang berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga pelajar memiliki motivasi dan minat belajar.
- Pengertian kurikulum Menurut Inlow (1966) :Pengertian kurikulum adalah
usaha menyeluruh dirancang khusus oleh sekolah dalam membimbing murid memperoleh
hasil dari pelajaran yang telah ditentukan.
- Pengertian Kurikulum Menurut Hilda Taba (1962) : Pengertian kurikulum sebagai a
plan of learning yang berarti bahwa kurikulum adalah sesuatu yang
direncanakan untuk dipelajari oleh siswa yang memuat rencana untuk peserta
didik. Dalam bukunya "Curriculum Development Theory and
Pratice".
- Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968) :Pengertian kurikulum adalah
sebuah pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan individu dan
berkelompok baik di luar maupun di dalam sekolah.
- Pengertian Kurikulum Menurut George A. Beaucham (1976)
: Pengertian
kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang
diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan
disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari
- Pengertian Kurikulum Menurut Menurut Neagley dan Evans
(1967) : Pengertian
kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah
untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan
siswa yang paling baik
- Pengertian Kurikulum Menurut UU. No. 20 Tahun
2003 : Pengertian
kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi,
dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
nasional.
- Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973)
: Pengertian
kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek
yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran
mayor
- Pengertian Kurikulum Menurut Grayson (1978) :Pengertian kurikulum adalah
suatu perencanaan untuk mendapatkan pengeluaran (out-comes) yang
diharapkan dari suatu pembelajaran
- Pengertian Kurikulum Menurut Murray Print :Pengertian kurikulum adalah
sebuah ruang pembelajaran yang terencana diberikan secara langsung kepada
siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati
semua siswa pada saat kurikulum diterapkan.
- Pengertian Kurikulum Menurut Crow and Crow :Pengertian kurikulum adalah
rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara
sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah.
HUBUNGAN
ANTARA KURIKULUM DENGAN PEMBELAJARAN
Kurikulum dan pembelajaran
merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, meski berada pada posisi yang
berbeda. Saylor menyatakan bahwa kurikulum dan pembelajaran bagaikan romeo dan
juliet. Jika kita berbicara mengenai Romeo, maka kita juga akan berbicara
masalah Juliet. Romeo tidak akan lengkap terasa tanpa juliet, demikian pula
sebaliknya. Artinya, pembelajaran tanpa kurikulum sebagai rencana tidak akan
efektif, atau bahkan bisa keluar dari tujuan yang telah dirumuskan. Kurikulum
tanpa pembelajaran, maka kurikulum tersebut tidak akan berguna.
Selain itu, Olivia
menyatakan bahwa kurikulum berkaitan dengan apa yang harus diajarkan, sedangkan
pengajaran mengacu pada bagaimana cara mengajarkannya. Walaupun antara
pembelajaran dengan pengajaran dalam hal ini memiliki perbedaan, namun keduanya
memiliki kesamaan tolak ukur dalam kasus ini, yaitu bagaimana mengajarkan.
Hanya saja pengajaran lebih terpusat pada guru sebagai pengajar, sedangkan
pembelarajaran menekankan pada penciptaan proses belajar antara pengajar dengan
pelajar agar terjadi aktivitas belajar dalam diri pelajar.
Belajar sebagai kegiatan
inti dari pembelajaran memiliki arti modifikasi atau memperteguh kelakuan
melalui pengalaman. Yang perlu digaris bawahi pada kalimat tersebut adalah
memperteguh kelakuan melalui pengalaman, ini membuktikan bahwa belajar sebagai
kegiatan inti pembelajaran dipengaruhi oleh kurikulum yang notabenenya
merupakan rancangan pengalaman belajar.
Persoalan yang timbul
selanjutnya adalah bagaimana menyusun kurikulum untuk kepentingan pembelajaran
agar dapat dilaksanakan dengan optimal. Hal ini berbenturan dengan fakta bahwa
kurikulum telah dirancang secara standar (standarized curriculum). Ini
berarti bahwa kurikulum yang sama digunakan digunakan pada setiap sekolah yang
notabenenya masing-masing sekolah tersebut memiliki masalah pelaksanaan
pembelajaran yang berbeda. Maka dari itu diperlukan pengembangan seperlunya
yang disesuaikan dengan kondisi disekolah.
Pedoman penyusunan kurikulum
Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyebutkan bahwa kurikulum
adalah seperangkat rencana dn pengaturan mengenai tujuan ,isi,dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.Ada pun komponen kurikulum dalam
tingkat satuan pendidikan adalah:
1.Visi dan Misi sataun pendidikan 2.Muatan
Lokal
3.Pengaturan beban belajar 4.Kelender
pendidikan
Prinsip-Prinsip
Penyusunan : Peningkatan Iman,takwa,akhlak mulia,Kebutuhan kompetensi masa
depan,Peningkatan potensi kecerdasan,minat sesuai dengan tingkat perkembangan
pesrta didik,Keragaman potensi didik dan karakteristik lingkungan,Tuntunan
pembangunan daerah,tuntunan dunia kerja,perkembangan ilmu pengetahuan teknologi
dan seni,agama,dinamika perkembangan global. Dan persatuan nasional dan
nilai-nilai kebangsaan.
Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan
konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi
konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam
semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per
minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan
aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan
pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian
konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang
adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem
pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.
Struktur kurikulum adalah juga gambaran
mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik
dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam
struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang
peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran
yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri
atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar.
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang
tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan
ekstrakurikuler SD/MI antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan
Palang Merah Remaja.
Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata
pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat.
Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas
mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan
Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat
dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran
per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan
tersebut.
2. Beban Belajar
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar
setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester.
Tahap tahap penyusunan kurikulum
Sebelumnya,
bahwa kurikulum terdiri atas komponen: visi sekolah, misi sekolah, tujan sekolah,
struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus, dan RPP. Oleh
sebab itu, penyusunan KTSP mencakup komponen:
(1) pengembangan visi dan misi sekolah (2) perumusan tujuan pendidikan satuan pendidikan, (3) pengembangan dan penyusunan struktur dan muatan KTSP, (4) penyusunan kalender pendidikan (5) pengembangan silabus, dan
(1) pengembangan visi dan misi sekolah (2) perumusan tujuan pendidikan satuan pendidikan, (3) pengembangan dan penyusunan struktur dan muatan KTSP, (4) penyusunan kalender pendidikan (5) pengembangan silabus, dan
(6) pengembangan
rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
- Pengertianahli.com/2013/09/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli.
- Informasi-pendidikan.com/2013/12pengertian-kurikulum-berdasar-para-ahli,
jihadada.blogspot.com/p/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli,
merdila.blogspot.com/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli,
- dilihatya.com/1284/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli,
- multiajaib.com/2014/10/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli,
eliasusamtiazzahra.blogspot.com/2013/12/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli,
- fatih-io.biz/definisi_dan_pengertian_kurikulum_menurut_para_ahli,
- Permen pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 81A tahun 2013 Implementasi
kurikulum.

Dengan adanya kurikulum diharapkan pendidikan dapat berjalan secara sistematis dan terarah sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tanpa adanya kurikulum akan sangat sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran dari pendidikan itu sendiri
BalasHapusBenar sekali.
HapusKurikulum 2013 diharapkan dapat membuat peserta didik dapat memahami materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
BalasHapusPemahaman materi pelajaran pada peserta didik dpt mempengaruhi prilaku anak.
HapusKurikulum yg sdh di rancang oleh pemerintah,dpt dikembangkan lagi oleh sekolah,sesuai dgn kebutan sekolah dengan mengacu pada landasan yg ada
BalasHapusya.dengan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dapat membantu siswa memahami pembelajaran berdasarkan pengalaman anak.
HapusAgar kurikulum dapat berkembang sebagaimana mestinya ,maka dukungan semua unsur sangat dibutuhkan,seperti guru,orang tua murid,tokoh masyarakat ,dan administrator pemerintahan
BalasHapusBenar sekali.dengan terlibatnya beberapa unsur sangat membantu dalam pelaksnaan kurikulum.
HapusKurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi di dalamnya terdapat penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai dengan peserta didik.
BalasHapusPenilaian sikap adalah penilaian karakter anak yang selama ini kurang diperhatikan.
HapusKurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi di dalamnya terdapat penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai dengan peserta didik.
BalasHapuskurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pedidikan dan juga sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran disemua jenis dan tingkat pendidikan
BalasHapusbenar ibu.
Hapusdalam pengembangan kurikulum bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan dan suasana lingkungan sekolah, karna setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda beda.
BalasHapusSetuju.dengan adanya pengembangan kurikulum sangat membantu pencapaian tujuan pendidikan .
HapusKurikulum yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi hendaknya telah disepakati dan di setujui bersama oleh para penyusun kurikulum dan pemangku kebijaksanaan dengan masyarakat terutama pelaksana pendidikan.
BalasHapusya benar,dengan adanya kesepakatan bersama terhadap pemangku kebijakan dapat menguatkan pelaksanaan dari kurikulum yang dikembangkan dalam pencapaian tujuan dari pendidikan.
HapusApapun Kurikulumnya tetaplah terdapat fungsi bagi setiap yang terlibat di dalamnya, baik bagi guru, siswa, sekolah maupun pemerintah, yang kesemuanya itu menuju satu arah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
BalasHapusTerima kasih informasinya.. Sangat membantu bu 😁🙏
BalasHapusKurikulum sangat berperan dalam kemajuan pendidikan terutama di indonesia.
BalasHapusKarena kurikulum sebagai rambu rambu dalam proses pelaksanaan pendidikan.
HapusKurikulm mrupkan rekonstruksi yg brkelanjutn
BalasHapusDengan diadakan pengembangan kurikulum maka diharapkan dapat meningkatkan suatu kualitas pendidikan yang lebih baik.
BalasHapussemoga kurikulum yang diterapkan pada sekolah dapat menunjang pendidikan yang lebih baik lagi :)
BalasHapusAmiin
Hapussebagai pendidik harus mampu menerima setiap pembaharuan dalam kurikulum karena kurikulum dirumuskan dengan tujuan untuk menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup.
BalasHapuskurikulum merupakan salah satu komponen pokok dalam pendidikan.
BalasHapusBenar
HapusKarena pokok berarti harus dipenuhi hal tersebut.
Kurikulum sebagai wahana menyampaikan pengetahuan dari guru kepada siswa
BalasHapusYa benar
Hapusguru harus mampu memahami kurikulum yang telah disusun kurikulum untuk kepentingan pembelajaran agar dapat dilaksanakan dengan optimal. :)
BalasHapusDengan pemahaman kurikulum membantu guru dalam membuat rancangan pembelajaran yang lebih baik.
HapusKurikulum adalah perangkat yang penting untuk disiapkan agar proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
BalasHapusKurikulum merupakan target yg harus di capai dalam pendidikan secara nasional
HapusPengembangan kurikulum adalah kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan dari kurikulum yang sudah ada
BalasHapusmelalui proses evaluasi kurikulum untuk melakukan penyempurnaan kurikulum.
Hapuskurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...sebaik2 nya kurikulum juga tidak akan brpengaruh besar yang di timbulkan, tanpa di iringi dengan guru yang berkompeten dan mau serta mampu melaksanakn dan mensosialisasikan dalm lingkungan dunia pendidikan..
BalasHapusEvaluasi memang harus dilaksanakan agar kita paham sebatas mana keberhasilan yg diperoleh
BalasHapus