KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM

KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
Pada hakekatnya pengembangan kurikulum adalah merupakan usaha untuk mencari bagaimana rencana pengaturan  mengenai tujuan ,isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan dalam satuan pendidikan.
Pengembangan kurikulum merupakan kegiatan yang menghasilkan kurikulum pada satuan pendidikan atau proses yang mengaitkan satu komponen  dengan yang lainnya  untuk menghasilkan kurikulum.Pengembangan kurikulum juga biasa diartikan sebagai kegiatan penyusunan ,pelaksanaan,penilaian dan penyempurnaan dari kurikulum.
Dalam pengembangan kurikulum melibatkan berbagai pihak terutama pihak-pihak yang berhubungan langsung yang memiliki kepentingan terhadap pendidikan.yaitu guru-guru,dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat dan peranan para administrator pendidikan.
A.Prinsip-prinsip Pengembangan kurikulum
Kurikulum dikembangkan berdasarkan pada prinsip-prinsip yang dianutnya.Prinsip itu pada dasarnya merupakan kaedah yang menjiwai kurikulum.
Prinsip-Prinsip Dalam Pengembangan Kurikulum
Terdapat banyak prinsip yang mungkin digunakan dalam pengembangan kurikulum. Macam-macam prinsip ini bisa dibedakan mejadi dua kategori yaitu pinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum biasanya digunakan hampir dalam setiap pengembangan kurikulum di manapun. Di samping itu prinsip umum ini merujuk pada prinsip yang harus diperhatikan untuk dimiliki oleh kurikulum ssebagai totalitas dari gabungan komponen-komponen yang membangunnya.
Prinsip khusus artinya prinsip yang hanya berlaku di tempat tertentu dari situasi tertentu. Prinsip ini juga merujuk pada prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan komponen-komponen kurikulum secara tersendiri, misalnya prinsip yang digunakan untuk mengembangkan komponen tujuan, prinsip untuk mengembangkan komponen isi kurikulum, dan prinsip-prinsip untuk mengembangkan komponen-komponen kurikulum yang lainnya. Dimana prinsip pengembangan satu komponen dengan komponen yang lainnya akan berbeda. Terdapat beberapa istilah lainnya yang menunjuk pada apa yang dimaksud dengan prinsip, misalnya axioms (oliva), criteria ( Mc Neil dan Zais), basic consideration (Saylor et al. ) dan principle (Tyler). Uraian tentang macam-macam prinsip pengembangan Kurikulum dalam tulisan merujuk pada penjelasan dalam tulisan Sukmadinata (2000), Olivia (1992), dan Tayler (1975).
1.Prinsip Berkenaan Dengan Tujuan Pendidikan
2.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Isi Pendidikan.                                                                        3.Prinsip Berkenaan Dengan Pemilihan Proses Belajar       Sekarang marilah kita membahas tentang PRINSIP UMUM, yang di mana prinsip ini di bagi menjadi beberapa ,yaitu :
1. Prinsip Relevansi
Secara umum, istilah relevansi pendidikan dapat diartikan sebagai kesesuaian atau keserasian pendidikan dengan lingkunagan maupun tuntutan kehidupan masyarakat baik pada masa kini maupun yang akan dating, relevan dengan dunia tuntutan dalam dunia pekerjaan                                

2. Prinsip Fleksibilitas.
Prinsip Fleksibiliras artinya bahwa kurikulum itu harus lentur tidak kaku, terutama dalam hal pelaksanaan pembelajaran. Pada dasarnya kurikulum didesain untuk mencapai suatu tujuan tertentu sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Akan tetapi, meskipun demikian dalam hal strategi, yang didalamnya tercakup metode yang sesuaidengan kondisi tertentu.                         
   3. Prinsip Kontinuitas
Prinsip kontinuitas artinya kurikulum itu dikembangkan secara berkesinambungan. Kesinambungan ini meliputi sinambung antar kelas maupun sinambung antar jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar proses pendidikan atau belajar siswa bias maju secara sistematis.                                                                                                                                                
 4. Prinsip praktis atau efisiensi
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan aplikabilitas di lapangan. Kurikulum harus bisa diterapkan dalam praktek pendidikan sesuai dengan situasi dan kondosi tertentu.prinsip praktis ada hubungan dengan prinsip lainnya.
5. Prinsip Efektifitas
Prinsip ini merujuk pada pengertian bahwa kurikulum itu selalu berorientasi pada tujuan tertentu yang ingin dicapai. Kurikulum bisa dikatakan adalah instrumen untuk mencapai tujuan.      Adapun prinsip khusus dari kurikulum adalah: 1.Prinsip Penetuan tujuan Pendidikan 2.Prinsip pemilihan Isi pendidikan 3.Prinsip pemilihan proses belajar mengajar 4.Prinsip pemilihan media dan alat pengajaran 5.Prinsip yang berkenaan dengan penilaian. 
                                                
  Pengertian Kurikulum menurut para ahli

  •  Pengertian Kurikulum Menurut Daniel Tanner dan Laurel Tanner, pengertian kurikulum adalah pengalaman pembelajaran yang terarah dan terencana secara terstuktur dan tersusun melalui proses rekontruksi pengetahuan dan pengalaman secara sistematis yang berada dibawah pengawasan lembaga pendidikan sehingga pelajar memiliki motivasi dan minat belajar. 
  • Pengertian kurikulum Menurut Inlow (1966) :Pengertian kurikulum adalah usaha menyeluruh dirancang khusus oleh sekolah dalam membimbing murid memperoleh hasil dari pelajaran yang telah ditentukan. 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Hilda Taba (1962) : Pengertian kurikulum sebagai a plan of learning yang berarti bahwa kurikulum adalah sesuatu yang direncanakan untuk dipelajari oleh siswa yang memuat rencana untuk peserta didik. Dalam bukunya "Curriculum Development Theory and Pratice". 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968) :Pengertian kurikulum adalah sebuah pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan individu dan berkelompok baik di luar maupun di dalam sekolah. 
  • Pengertian Kurikulum Menurut George A. Beaucham (1976) : Pengertian kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari  
  • Pengertian Kurikulum Menurut Menurut Neagley dan Evans (1967) : Pengertian kurikulum adalah semua pengalaman yang telah dirancang oleh pihak sekolah untuk menolong para siswa dalam mencapai hasil belajar kepada kemampuan siswa yang paling baik  
  • Pengertian Kurikulum Menurut  UU. No. 20 Tahun 2003 : Pengertian kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973) : Pengertian kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Grayson (1978) :Pengertian kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan pengeluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Murray Print :Pengertian kurikulum adalah sebuah ruang pembelajaran yang terencana diberikan secara langsung kepada siswa oleh sebuah lembaga pendidikan dan pengalaman yang dapat dinikmati semua siswa pada saat kurikulum diterapkan. 
  • Pengertian Kurikulum Menurut Crow and Crow :Pengertian kurikulum adalah rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatu program untuk memperoleh ijazah.
 HUBUNGAN ANTARA KURIKULUM DENGAN PEMBELAJARAN
Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan, meski berada pada posisi yang berbeda. Saylor menyatakan bahwa kurikulum dan pembelajaran bagaikan romeo dan juliet. Jika kita berbicara mengenai Romeo, maka kita juga akan berbicara masalah Juliet. Romeo tidak akan lengkap terasa tanpa juliet, demikian pula sebaliknya. Artinya, pembelajaran tanpa kurikulum sebagai rencana tidak akan efektif, atau bahkan bisa keluar dari tujuan yang telah dirumuskan. Kurikulum tanpa pembelajaran, maka kurikulum tersebut tidak akan berguna.
Selain itu, Olivia menyatakan bahwa kurikulum berkaitan dengan apa yang harus diajarkan, sedangkan pengajaran mengacu pada bagaimana cara mengajarkannya. Walaupun antara pembelajaran dengan pengajaran dalam hal ini memiliki perbedaan, namun keduanya memiliki kesamaan tolak ukur dalam kasus ini, yaitu bagaimana mengajarkan. Hanya saja pengajaran lebih terpusat pada guru sebagai pengajar, sedangkan pembelarajaran menekankan pada penciptaan proses belajar antara pengajar dengan pelajar agar terjadi aktivitas belajar dalam diri pelajar.
Belajar sebagai kegiatan inti dari pembelajaran memiliki arti modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Yang perlu digaris bawahi pada kalimat tersebut adalah memperteguh kelakuan melalui pengalaman, ini membuktikan bahwa belajar sebagai kegiatan inti pembelajaran dipengaruhi oleh kurikulum yang notabenenya merupakan rancangan pengalaman belajar.
Persoalan yang timbul selanjutnya adalah bagaimana menyusun kurikulum untuk kepentingan pembelajaran agar dapat dilaksanakan dengan optimal. Hal ini berbenturan dengan fakta bahwa kurikulum telah dirancang secara standar (standarized curriculum). Ini berarti bahwa kurikulum yang sama digunakan digunakan pada setiap sekolah yang notabenenya masing-masing sekolah tersebut memiliki masalah pelaksanaan pembelajaran yang berbeda. Maka dari itu diperlukan pengembangan seperlunya yang disesuaikan dengan kondisi disekolah.

Pedoman penyusunan kurikulum
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dn pengaturan mengenai tujuan ,isi,dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.Ada pun komponen kurikulum dalam tingkat satuan pendidikan adalah:                                                                                                                                   
1.Visi dan Misi sataun pendidikan                                                                                                            2.Muatan Lokal                                                                                                                                          3.Pengaturan beban belajar                                                                                                                      4.Kelender pendidikan
Prinsip-Prinsip Penyusunan : Peningkatan Iman,takwa,akhlak mulia,Kebutuhan kompetensi masa depan,Peningkatan potensi kecerdasan,minat sesuai dengan tingkat perkembangan pesrta didik,Keragaman potensi didik dan karakteristik lingkungan,Tuntunan pembangunan daerah,tuntunan dunia kerja,perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni,agama,dinamika perkembangan global. Dan persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. 
             
Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran. Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester. 
Struktur kurikulum adalah juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan. Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, dan beban belajar.  
Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di dalam struktur kurikulum diatas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SD/MI antara lain Pramuka (Wajib), Usaha Kesehatan Sekolah, dan Palang Merah Remaja. 

Mata pelajaran Kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. 
Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. 

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKfuOdIWpyBxU3yqP6Qjtp4t3gFDN8PaSqRQIGNIPwdHV7kz6p1wz4azi6y9ZNy7OZTF5EQbhmZgs3ZSrqH88wZEFWcna4krD-_1FV9IpvguyKy2n-mnXCqDdtoZ4OFbgMi2ym0ka-v5w/s1600/sd.png
Struktur Kurikulum SD/MI dan Beban Belajar Menurut Kurikulum 2013
Satuan pendidikan dapat menambah jam pelajaran per minggu sesuai dengan kebutuhan peserta didik pada satuan pendidikan tersebut.
2. Beban Belajar 
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester.
Tahap tahap penyusunan kurikulum 
Sebelumnya, bahwa kurikulum terdiri atas komponen: visi sekolah, misi sekolah, tujan sekolah, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus, dan RPP. Oleh sebab itu, penyusunan KTSP mencakup komponen:
(1) pengembangan visi dan misi sekolah                                                                                                (2) perumusan tujuan pendidikan satuan pendidikan,                                                                                (3) pengembangan dan penyusunan struktur dan muatan KTSP,
                                                            (4) penyusunan kalender pendidikan                                                                                                        (5) pengembangan silabus, dan                                                                                                            
(6) pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).











  • Pengertianahli.com/2013/09/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli. 
  • Informasi-pendidikan.com/2013/12pengertian-kurikulum-berdasar-para-ahli, jihadada.blogspot.com/p/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli, merdila.blogspot.com/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli, 
  • dilihatya.com/1284/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli, 
  • multiajaib.com/2014/10/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli, eliasusamtiazzahra.blogspot.com/2013/12/pengertian-kurikulum-menurut-para-ahli, 
  • fatih-io.biz/definisi_dan_pengertian_kurikulum_menurut_para_ahli, 
  • Permen pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia  nomor 81A tahun 2013 Implementasi kurikulum.

Komentar

  1. Dengan adanya kurikulum diharapkan pendidikan dapat berjalan secara sistematis dan terarah sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tanpa adanya kurikulum akan sangat sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran dari pendidikan itu sendiri

    BalasHapus
  2. Kurikulum 2013 diharapkan dapat membuat peserta didik dapat memahami materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemahaman materi pelajaran pada peserta didik dpt mempengaruhi prilaku anak.

      Hapus
  3. Kurikulum yg sdh di rancang oleh pemerintah,dpt dikembangkan lagi oleh sekolah,sesuai dgn kebutan sekolah dengan mengacu pada landasan yg ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya.dengan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dapat membantu siswa memahami pembelajaran berdasarkan pengalaman anak.

      Hapus
  4. Agar kurikulum dapat berkembang sebagaimana mestinya ,maka dukungan semua unsur sangat dibutuhkan,seperti guru,orang tua murid,tokoh masyarakat ,dan administrator pemerintahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali.dengan terlibatnya beberapa unsur sangat membantu dalam pelaksnaan kurikulum.

      Hapus
  5. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi di dalamnya terdapat penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai dengan peserta didik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penilaian sikap adalah penilaian karakter anak yang selama ini kurang diperhatikan.

      Hapus
  6. Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi di dalamnya terdapat penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai dengan peserta didik.

    BalasHapus
  7. kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pedidikan dan juga sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran disemua jenis dan tingkat pendidikan

    BalasHapus
  8. dalam pengembangan kurikulum bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan dan suasana lingkungan sekolah, karna setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda beda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju.dengan adanya pengembangan kurikulum sangat membantu pencapaian tujuan pendidikan .

      Hapus
  9. Kurikulum yang berisi rumusan tentang tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar-mengajar, jadwal, dan evaluasi hendaknya telah disepakati dan di setujui bersama oleh para penyusun kurikulum dan pemangku kebijaksanaan dengan masyarakat terutama pelaksana pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar,dengan adanya kesepakatan bersama terhadap pemangku kebijakan dapat menguatkan pelaksanaan dari kurikulum yang dikembangkan dalam pencapaian tujuan dari pendidikan.

      Hapus
  10. Apapun Kurikulumnya tetaplah terdapat fungsi bagi setiap yang terlibat di dalamnya, baik bagi guru, siswa, sekolah maupun pemerintah, yang kesemuanya itu menuju satu arah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    BalasHapus
  11. Terima kasih informasinya.. Sangat membantu bu 😁🙏

    BalasHapus
  12. Kurikulum sangat berperan dalam kemajuan pendidikan terutama di indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena kurikulum sebagai rambu rambu dalam proses pelaksanaan pendidikan.

      Hapus
  13. Kurikulm mrupkan rekonstruksi yg brkelanjutn

    BalasHapus
  14. Dengan diadakan pengembangan kurikulum maka diharapkan dapat meningkatkan suatu kualitas pendidikan yang lebih baik.

    BalasHapus
  15. semoga kurikulum yang diterapkan pada sekolah dapat menunjang pendidikan yang lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  16. sebagai pendidik harus mampu menerima setiap pembaharuan dalam kurikulum karena kurikulum dirumuskan dengan tujuan untuk menciptakan peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup.

    BalasHapus
  17. kurikulum merupakan salah satu komponen pokok dalam pendidikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar
      Karena pokok berarti harus dipenuhi hal tersebut.

      Hapus
  18. Kurikulum sebagai wahana menyampaikan pengetahuan dari guru kepada siswa

    BalasHapus
  19. guru harus mampu memahami kurikulum yang telah disusun kurikulum untuk kepentingan pembelajaran agar dapat dilaksanakan dengan optimal. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan pemahaman kurikulum membantu guru dalam membuat rancangan pembelajaran yang lebih baik.

      Hapus
  20. Kurikulum adalah perangkat yang penting untuk disiapkan agar proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan nasional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum merupakan target yg harus di capai dalam pendidikan secara nasional

      Hapus
  21. Pengembangan kurikulum adalah kegiatan penyusunan, pelaksanaan, penilaian dan penyempurnaan dari kurikulum yang sudah ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. melalui proses evaluasi kurikulum untuk melakukan penyempurnaan kurikulum.

      Hapus
  22. kurikulum adalah kunci penyelenggaraan Pendidikan karena kurikulum memuat segala sesuatu yang wajib di lakukan dan acuan bagi penyelenggara pendidikan. tanpa adanya kurikulum proses pendidikan yang di laksanakan menjadi tidak terarah, berdsarkan hal di atas di harapakan kpada penyelenggara pendidikan wajib memahami kurikulum yg digunakan untuk proses pendidikan yg di lakukan...sebaik2 nya kurikulum juga tidak akan brpengaruh besar yang di timbulkan, tanpa di iringi dengan guru yang berkompeten dan mau serta mampu melaksanakn dan mensosialisasikan dalm lingkungan dunia pendidikan..

    BalasHapus
  23. Evaluasi memang harus dilaksanakan agar kita paham sebatas mana keberhasilan yg diperoleh

    BalasHapus

Posting Komentar